
FINISH! BSIP Riau Gelar Penguatan Kapasitas 300 orang Penerap Standar Pertanian
Kecamatan Batang Tuaka menjadi lokasi ke empat pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas penerap standar pertanian mendukung UPSUS untuk meningkatkan produksi jagung di Provinsi Riau. Kegiatan yang digelar di Desa Kuala Sebatu ini dihadiri oleh Camat Batang Tuaka yang diwakili oleh Kasi Tata Pemerintahan Zatra, SE, Kasi Perbenihan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Indragiri Hilir M. Saleh, SP., M.Si, Kepala Desa Kuala Sebatu, Babinsa dan diikuti sebanyak 75 orang peserta yang terdiri dari PPL dan petani jagung.
Mewakili Camat Batang Tuaka Zatra menyampaikan dengan adanya kegiatan ini semoga petani jagung yang ada di Batang Tuaka dapat menerapkan standar budìdaya jagung dan dapat meningkatkan produksi.
Mewakili Kepala BSIP Riau Taufik Hidayat, SP., MP mengatakan bahwa kondisi beberapa negara di dunia mengalami krisis pangan bahkan 10 negara dalam krisis pangan, dengan adanya ancaman iklim ekstrim, maka Indonesia turut merasakan dampak Elnino pada tahun 2023 kemarin kemarau panjang dan pada awal 2024 curah hujan tinggi dan sebagian lahan pertanian mengalami banjir sehingga menyebabkan gagal panen dan sebagian besar terlambat tanam pada musim berikutnya.
Untuk itu, Kementerian Pertanian bermaksud memperkuat produksi dalam negeri melalui percepatan dan perluasan tanam dengan penerapan standar pertanian.
Penerapan standar pertanian yang tepat dapat membantu petani untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing.
Kasi Perbenihan Dinas PTPHP Inhil mengatakan agar peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh karena dihadiri oleh narasumber yang kompeten. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi jagung yang selama ini produktivitas di Kabupaten Inhil baru mencapai 2,5 ton/ ha.
Pada kesempatan ini juga dipaparkan materi oleh Narasumber dari Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Serealia dengan materi Penerapan Budidaya Jagung Terstandar sesuai SNI 8969:2021 INDOGAP. Komponen standar budidaya jagung mulai dari varietas unggul, benih bermutu, penanaman hingga panen dan pascapanen.
Selain itu juga dipaparkan materi materi Budidaya Jagung Terintegrasi sesuai Permentan No. 18 tahun 2016, yaitu Sistem tanam ganda dengan pola tanam tumpang sari (intercropping) dan pola tanam bergilir (sequential cropping).
Materi lainnya adalah Perbenihan Jagung Komposit serta Hama dan Penyakit pada Tanaman Jagung yang disampaikan oleh fungsional BSIP Riau.
Kegiatan diakhiri dengan praktek penggunaan PUTK yang dipandu oleh Penyuluh BSIP Riau
"Pergi liburan ke Melaka
Sarapan roti dan telur dadar
BSIP Riau datang ke batang tuaka
Untuk penerapan jagung terstandar"